💡 Logika Trader:

"Trader cerdas bukan mereka yang punya kemampuan cenayang untuk menebak arah market dengan sempurna, tapi mereka yang punya sistem rigid dan disiplin tinggi saat market bergerak di luar ekspektasi."

Manajemen Risiko (Bukan Sekadar Tebak-Tebakan)

Gagal Berencana = Berencana Gagal. Masuk ke pasar saham tanpa trading plan yang jelas itu bukan trading, tapi gambling berkedok investasi.

Eksekusi yang Rasional

Keserakahan Membunuh Portofolio. Tahu kapan harus take profit secara objektif adalah kunci. Jangan sampai profit yang sudah di tangan hilang cuma karena kamu berharap "terbang" ke bulan tanpa landasan kuat.

Kuasai Risk-to-Reward Ratio

Trading itu permainan probabilitas yang terukur. Kalau potensi ruginya lebih besar daripada potensi untungnya, secara statistik itu adalah transaksi yang buruk. Skip aja.

Disiplin Antre, Kurangi FOMO

Pasar saham itu siklikal dan peluangnya kontinu. Kalau "kereta" sudah jalan, biarkan saja. Mengejar harga di area pucuk (overbought) cuma menunjukkan ketiadaan strategi.

Review IHSG Sepekan (8-12 Juni 2026): Sempat Cetak Rekor Lompatan Historis, Mampukah Bertahan di Level 6.000?

Jakarta – Dinamika pasar modal Indonesia sepanjang pekan ini (8–12 Juni 2026) benar-benar menguji adrenalin para pelaku pasar. Setelah sempat dihantam gelombang tekanan hebat pada pekan sebelumnya akibat efek rebalancing indeks FTSE dan sentimen global, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan volatilitas yang luar biasa tinggi sebelum akhirnya berhasil parkir kembali di level psikologis 6.007,65 pada penutupan perdagangan Jumat (12/6).

Bagi Anda para investor ritel dan trader saham harian, memahami peta pergerakan bursa sepekan ini sangat krusial untuk menyusun strategi perdagangan di minggu depan. Berikut adalah rangkuman komprehensif, sentimen pemicu utama, hingga proyeksi teknikal IHSG selanjutnya.

Grafik Analisis Teknikal IHSG Juni 2026 di TradingView
Grafik ihsg.jpg: Pergerakan IHSG harian (1D) via TradingView menunjukkan pembalikan arah setelah menyentuh level terendah.
Tips: Pelajari cara membaca tren pasar menggunakan indikator yang paling populer.

Baca panduannya di sini: Panduan Moving Average untuk Pemula: Cara Mudah Membaca Tren Harga

Rangkuman Pasar: Data Penutupan IHSG Sepekan

Awal pekan dibuka dengan kecemasan masif yang melanjutkan tren koreksi dari minggu lalu. Namun, aksi beli bersih domestik di pertengahan pekan sukses memicu lonjakan indeks secara eksponensial.

Tanggal Penutupan Perubahan Katalis Utama Pasar
08 Jun 2026 5.328,78 Melemah Aksi jual asing, Rupiah melemah tajam.
09 Jun 2026 5.746,65 +7,57% Respon kebijakan suku bunga BI.
10 Jun 2026 5.936,78 Menguat Redaman volatilitas kurs domestik.
11 Jun 2026 5.886,03 -0,28% Aksi profit taking massal pasar.
12 Jun 2026 6.007,65 Menguat Akumulasi saham blue chip perbankan.

Catatan Historis: Lonjakan IHSG pada Selasa, 9 Juni sebesar +7,57% dicatat sebagai salah satu lompatan harian (daily gain) tertinggi bursa dalam sejarah modern pasar modal Indonesia sejak era reformasi tahun 2000.

3 Faktor Utama Penggerak Volatilitas Pasar

Pergerakan ekstrem IHSG minggu ini dipicu oleh kombinasi kebijakan makroekonomi domestik yang agresif serta sentimen likuiditas global. Berikut analisis detailnya:

1. Kebijakan Suku Bunga Agresif Bank Indonesia

Faktor penggerak paling signifikan pekan ini adalah keputusan mendadak Bank Indonesia (BI) untuk menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,5% pada hari Selasa. Intervensi moneter ini dirancang khusus untuk memotong pelemahan nilai tukar Rupiah yang sempat tertekan hebat di area Rp18.171 per dolar AS. Kebijakan tegas ini seketika memulihkan kepercayaan pasar domestik karena dianggap mampu meredam volatilitas capital outflow.

2. Konsistensi Net Foreign Sell (Aksi Jual Asing)

Meskipun indeks berhasil pulih dari level terendahnya dan kembali menembus 6.000, pelaku pasar tetap wajib waspada. Investor asing terpantau masih mencatatkan net sell secara kumulatif di pasar reguler. Hal ini mengindikasikan bahwa dana global masih bersikap konservatif dan penguatan IHSG pekan ini sebagian besar digerakkan oleh aksi beli spekulatif investor institusi lokal.

3. Sentimen Likuiditas Global & Ketegangan Geopolitik

Sentimen pasar internasional ikut terpecah menjelang akhir pekan karena adanya agenda penawaran umum perdana (IPO) SpaceX di bursa global pada tanggal 12 Juni. Peristiwa korporasi raksasa dengan estimasi valuasi masif ini menyedot likuiditas pasar modal global secara signifikan. Ditambah lagi, fluktuasi harga minyak mentah dunia akibat ketegangan berkepanjangan di kawasan Timur Tengah memicu pembalikan arah indeks pada perdagangan hari Kamis.

Rotasi Sektor: Sektor Finansial Jadi Penyelamat

Rotasi modal berjalan sangat dinamis sepanjang minggu ini. Sektor Keuangan (Financials), terutama saham-saham perbankan berkapitalisasi pasar besar (big caps), menjadi motor utama penahan kejatuhan indeks. Valuasi yang sudah terdiskon besar (under-valued) setelah pelemahan berminggu-minggu memicu aksi serok bawah oleh para manajer investasi domestik.

Di sisi lain, sektor Barang Baku (Basic Materials) dan komoditas mengalami tekanan berturut-turut, menyusul koreksi harga komoditas global di pasar komparatif internasional.

Proyeksi IHSG Pekan Depan: Akankah Tren Bullish Berlanjut?

Secara teknikal, keberhasilan IHSG mendarat di atas level psikologis 6.007,65 pada penutupan pekan memberikan sinyal awal pembalikan tren jangka pendek. Indikator MACD menunjukkan pola pelemahan momentum bearish, didukung dengan posisi candlestick yang sukses menembus pertahanan kurva Moving Average 5 hari (MA5).

Kendati demikian, konfirmasi tren jangka panjang (bullish reversal) masih membutuhkan waktu sekitar 7 hingga 10 hari perdagangan lagi guna membuktikan level suport baru 5.900 terkonsolidasi dengan kuat.

Strategi & Rencana Aksi untuk Investor:

  • Preservasi Modal: Jangan terburu-buru menghabiskan porsi kas (cash). Lakukan pembelian secara bertahap (cicil beli).
  • Fokus Fundamental: Utamakan saham-saham indeks LQ45 yang mencetak kinerja keuangan solid pada kuartal berjalan namun harganya sempat jatuh karena faktor kepanikan pasar (*panic selling*).
  • Pantau Data Makro: Amati pergerakan realisasi nilai tukar Rupiah pasca-kenaikan suku bunga BI serta rilis data neraca perdagangan pekan depan.
Disclaimer: Publikasi ini murni bersifat data informasi, edukasi, dan analisis pasar modal, bukan merupakan rekomendasi ataupun ajakan tertulis untuk melakukan transaksi beli/jual instrumen efek saham tertentu. Segala keputusan finansial sepenuhnya merupakan tanggung jawab pribadi investor bersangkutan. Tetap lakukan analisis mandiri (Do Your Own Research).
Tips Penting: Memahami indikator saja tidak cukup untuk sukses. Pastikan Anda juga sudah menerapkan Money Management yang disiplin.

Baca panduan lengkapnya di sini: Panduan Money Management Trading Pemula: Kunci Bertahan dalam Jangka Panjang

Kalender Libur (BEI) Tahun 2026

Berikut adalah jadwal lengkap hari libur bursa saham Indonesia tahun 2026 yang perlu diperhatikan oleh para trader dan investor untuk menyusun strategi transaksi tahunan.

jadwal-libur-bursa-2026


Bulan Hari Tgl Keterangan Hari Bursa
Januari Kamis 1 Tahun Baru 2026 Masehi 20
Jumat 16 Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW
Februari Senin 16 Cuti Bersama Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili 18
Selasa 17 Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili
Maret Rabu 18 Cuti Bersama Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 17
Kamis 19 Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948
Jumat 20 Cuti Bersama Idul Fitri 1447 Hijriah
Senin 23 Cuti Bersama Idul Fitri 1447 Hijriah
Selasa 24 Cuti Bersama Idul Fitri 1447 Hijriah
April Jumat 3 Wafat Yesus Kristus 21
Mei Jumat 1 Hari Buruh Internasional 16
Kamis 14 Kenaikan Yesus Kristus
Jumat 15 Cuti Bersama Kenaikan Yesus Kristus
Rabu 27 Idul Adha 1447 Hijriah
Kamis 28 Cuti Bersama Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah
Juni Senin 1 Hari Lahir Pancasila 20
Selasa 16 1 Muharam Tahun Baru Islam 1448 Hijriah
Juli Tidak ada hari libur kecuali Sabtu dan Minggu 23
Agustus Senin 17 Proklamasi Kemerdekaan 19
Selasa 25 Maulid Nabi Muhammad SAW
September Tidak ada hari libur kecuali Sabtu dan Minggu 22
Oktober Tidak ada hari libur kecuali Sabtu dan Minggu 22
November Tidak ada hari libur kecuali Sabtu dan Minggu 21
Desember Kamis 24 Cuti Bersama Kelahiran Yesus Kristus 20
Jumat 25 Kelahiran Yesus Kristus
Kamis 31 Libur Bursa
JUMLAH HARI BURSA 239

Catatan:

  1. Idul Fitri 1447 Hijriah (21-22 Maret 2026), Paskah (05 April 2026), dan Hari Raya Waisak 2570 BE (31 Mei 2026) tidak dimasukkan dalam daftar karena jatuh pada hari Sabtu dan Minggu.
  2. Jadwal dapat berubah sewaktu-waktu apabila ada perubahan kebijakan dari Bank Indonesia atau pengumuman pemerintah mengenai hari libur nasional tambahan.

Proyeksi Arah Bursa Saham Indonesia (IHSG) Tahun 2026

Memasuki tahun 2026, pasar saham Indonesia diprediksi akan menghadapi dinamika yang menarik dengan beberapa faktor kunci sebagai penggerak utama:

  • Kestabilan Ekonomi Domestik: Fokus pemerintah pada hilirisasi industri dan pembangunan infrastruktur digital diperkirakan mulai membuahkan hasil signifikan pada tahun 2026, memberikan sokongan pada emiten sektor komoditas dan teknologi.
  • Siklus Suku Bunga: Setelah periode fluktuatif di tahun-tahun sebelumnya, kebijakan moneter Bank Indonesia di tahun 2026 diproyeksikan lebih akomodatif. Hal ini menjadi angin segar bagi sektor perbankan dan properti.
  • Sentimen Global: Kondisi ekonomi Amerika Serikat dan China tetap menjadi pengaruh eksternal terbesar. Jika inflasi global terkendali, aliran modal asing (Foreign Inflow) berpotensi kembali masuk ke pasar emerging markets, termasuk IHSG.
  • Hari Bursa 239 Hari: Dengan jumlah hari kerja bursa sebanyak 239 hari, volatilitas pasar diperkirakan akan memuncak di kuartal kedua (Mei) dan kuartal keempat (Desember), searah dengan siklus rilis laporan keuangan tahunan dan pembagian dividen.

Disclaimer: Analisis ini bersifat informatif. Keputusan investasi tetap berada di tangan investor masing-masing dengan mempertimbangkan profil risiko yang ada.

Panduan Moving Average untuk Pemula: Cara Mudah Membaca Tren Harga

Bagi trader pemula, melihat grafik harga yang naik turun mungkin terasa membingungkan. Salah satu alat bantu (indikator) paling populer dan sederhana untuk membantu kita melihat arah tren adalah Moving Average (MA).

Apa Itu Moving Average?

Moving Average atau Rata-rata Bergerak adalah indikator yang menghitung rata-rata harga suatu aset dalam periode waktu tertentu. Indikator ini berfungsi untuk "menghaluskan" fluktuasi harga sehingga kita bisa melihat tren besar tanpa terganggu oleh pergerakan harga harian yang acak.

2 Jenis Moving Average yang Sering Digunakan

  • Simple Moving Average (SMA): Rata-rata aritmatika sederhana dari harga penutupan.
  • Exponential Moving Average (EMA): Memberikan bobot lebih besar pada harga terbaru, sehingga lebih sensitif terhadap perubahan harga terkini.

Infografis Panduan Moving Average untuk Pemula - Riz Trader

Cara Membaca Tren dengan Moving Average

Ada cara sederhana untuk menentukan arah pasar menggunakan satu garis MA (misalnya MA-50):

  1. Tren Bullish (Naik): Jika harga berada di atas garis MA, tandanya pasar sedang dalam tren naik. Ini adalah peluang untuk mencari posisi beli.
  2. Tren Bearish (Turun): Jika harga berada di bawah garis MA, tandanya pasar sedang dalam tren turun. Sebaiknya waspada atau mencari posisi jual.

Golden Cross dan Death Cross

Dalam analisis teknikal, trader sering menggunakan dua garis MA (misalnya MA-50 dan MA-200) untuk mendapatkan sinyal kuat:

  • Golden Cross: Terjadi saat MA jangka pendek memotong ke atas MA jangka panjang. Ini adalah sinyal pembalikan arah menjadi naik (Bullish).
  • Death Cross: Terjadi saat MA jangka pendek memotong ke bawah MA jangka panjang. Ini adalah sinyal pembalikan arah menjadi turun (Bearish).
"Indikator hanyalah alat bantu. Selalu kombinasikan dengan Money Management yang disiplin agar hasil trading Anda tetap konsisten."

Kesimpulan

Moving Average adalah indikator dasar yang wajib dikuasai oleh setiap trader. Dengan memahami MA, Anda tidak akan lagi terjebak melawan arus tren pasar. Mulailah berlatih menggunakan MA di software charting Anda seperti AmiBroker atau TradingView.

Tips Penting: Memahami indikator saja tidak cukup untuk sukses. Pastikan Anda juga sudah menerapkan Money Management yang disiplin.

Baca panduan lengkapnya di sini: Panduan Money Management Trading Pemula: Kunci Bertahan dalam Jangka Panjang

Panduan Money Management Trading Pemula

Banyak trader pemula terlalu fokus mencari strategi yang 100% akurat, padahal rahasia sebenarnya untuk sukses di dunia trading bukan hanya soal entry dan exit, melainkan Money Management. Tanpa pengaturan keuangan yang baik, satu kekalahan besar bisa menghabiskan seluruh modal Anda dalam sekejap.

Apa Itu Money Management dalam Trading?

Secara sederhana, Money Management adalah cara Anda mengatur modal agar bisa bertahan dalam jangka panjang. Ini mencakup berapa besar ukuran posisi (lot) yang Anda ambil dan berapa besar risiko yang siap Anda tanggung dalam satu kali transaksi.

Money Management dalam Trading

3 Strategi Money Management yang Wajib Diterapkan

Berikut adalah beberapa teknik dasar yang wajib diterapkan oleh setiap trader untuk menjaga akun tetap sehat:

1. Aturan Risiko 1% atau 2%

Jangan pernah merisikokan lebih dari 1% hingga 2% dari total modal Anda untuk satu kali trade. Jika modal Anda Rp. 1.000.000,-, maka maksimal kerugian per transaksi adalah Rp. 10.000,-. Dengan cara ini, Anda punya banyak kesempatan untuk "balas dendam" secara sehat jika mengalami kekalahan beruntun.

2. Gunakan Risk to Reward Ratio (RRR)

Pastikan potensi keuntungan Anda selalu lebih besar dari potensi kerugian. Rasio minimal yang disarankan adalah 1:2. Artinya, jika Anda siap rugi Rp. 10.000,-, maka target profit Anda harus minimal Rp. 20.000,- Dengan rasio ini, meskipun tingkat kemenangan Anda hanya 50%, akun Anda tetap akan bertumbuh (profit).

3. Disiplin dalam Menentukan Stop Loss

Jangan pernah masuk ke pasar tanpa menentukan di mana Anda akan keluar jika analisa salah. Stop Loss adalah pengaman otomatis yang menjaga akun Anda dari kebangkrutan saat pasar bergerak tidak terduga.

"Tujuan utama trader bukan hanya mengejar profit besar, tapi menjaga modal agar tetap bisa trading esok hari."

Kesimpulan

Strategi trading terbaik sekalipun akan gagal tanpa Money Management yang disiplin. Mulailah menganggap trading sebagai bisnis, bukan perjudian. Dengan menjaga risiko, konsistensi profit akan datang dengan sendirinya.

Langkah Selanjutnya: Setelah mengamankan modal dengan Money Management, pelajari cara membaca tren pasar menggunakan indikator yang paling populer.

Baca panduannya di sini: Panduan Moving Average untuk Pemula: Cara Mudah Membaca Tren Harga

Stock Calc Pro: Kalkulator Saham Presisi Hitung Net Buy, Net Sell, dan Profit Real-Time!

Pengantar: 

Dalam dunia trading saham, kecepatan dan ketepatan menghitung biaya transaksi adalah kunci untuk menjaga profitabilitas. Seringkali kita terjebak menghitung manual yang memakan waktu, atau lupa memasukkan variabel fee beli dan jual yang akhirnya membuat perhitungan net profit menjadi meleset.

Untuk membantu para trader, saya menghadirkan Stock Calc Pro—sebuah alat bantu kalkulasi saham yang ringan, akurat, dan bisa diakses langsung melalui browser Anda.

Disclaimer Investasi

PENTING: DISCLAIMER

  • Kalkulator ini disediakan hanya untuk tujuan edukasi dan alat bantu hitung estimasi biaya.

  • Segala keputusan investasi, beli, atau jual saham sepenuhnya merupakan tanggung jawab pribadi masing-masing investor.

  • Penulis tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari penggunaan data hasil kalkulasi ini.

  • Pastikan untuk selalu melakukan verifikasi ulang dengan perhitungan resmi dari sekuritas Anda.


Kenapa Menggunakan Stock Calc Pro?

  • Perhitungan Otomatis & Real-Time: Cukup masukkan harga dan jumlah lot, hasil Net Buy, Net Sell, hingga potensi keuntungan akan muncul seketika.

  • Akurasi Fee Transaksi: Anda bisa menyesuaikan persentase fee beli dan jual sesuai dengan sekuritas yang Anda gunakan (default 0.17% & 0.27%).

  • Tampilan Responsif: Didesain khusus agar nyaman digunakan baik di layar laptop maupun smartphone saat Anda sedang memantau running trade.

  • Privasi Terjamin: Seluruh proses perhitungan dilakukan langsung di perangkat Anda tanpa mengirimkan data transaksi ke server mana pun.


Cara Menggunakan Kalkulator:

  1. Atur Fee: Masukkan persentase fee beli dan jual sesuai kebijakan sekuritas Anda pada kolom di bagian atas.

  2. Input Data Beli: Masukkan Harga Beli per lembar dan jumlah Lot yang ingin Anda beli.

  3. Input Data Jual: Masukkan target Harga Jual dan jumlah Lot yang ingin Anda lepas.

  4. Lihat Hasil Akhir: Cek bagian NET PROFIT/LOSS di paling bawah untuk melihat estimasi cuan bersih setelah dipotong pajak dan biaya transaksi.

Penutup: Semoga alat sederhana ini bisa membantu Anda dalam mengambil keputusan trading yang lebih bijak dan disiplin. Jika ada saran fitur tambahan seperti kalkulator Average Down, silakan tinggalkan pesan di kolom komentar!


ARSIP: KALENDER BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2019


Berikut Jadwal Libur Bursa Efek Indonesia di Tahun 2019.  


Bulan
Hari
Tgl
Keterangan
Hari Bursa
Januari
Selasa
1
Tahun Baru 2019 Masehi
22
Februari
Selasa
5
Tahun Baru Imlek 2570 Kongzili
19
Maret
Kamis
7
Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1941
20
April
Rabu
3
Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW
19
Rabu
17
Pemilihan Umum Tahun 2019
Jumat
19
Wafat Isa Al Masih
Mei
Rabu
1
Hari Buruh Internasional
21
Kamis
30
Kenaikan Isa Al-Masih
Juni
Senin
3
Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriyah
15
Selasa
4
Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriyah
Rabu
5
Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriyah
Kamis
6
Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriyah
Jumat
7
Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriyah
Juli


Tidak ada hari libur kecuali Sabtu dan Minggu
23
Agustus


Tidak ada hari libur kecuali Sabtu dan Minggu
22
September


Tidak ada hari libur kecuali Sabtu dan Minggu
21
Oktober


Tidak ada hari libur kecuali Sabtu dan Minggu
23
November


Tidak ada hari libur kecuali Sabtu dan Minggu
21
Desember
Selasa
24
Cuti Bersama Hari Raya Natal
19
Rabu
25
Hari Raya Natal
Selasa
31
Libur Bursa
JUMLAH HARI BURSA
245

  1. Hari libur di atas mengacu pada Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayaguanaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 617 Tahun 2018, Nomor 262 Tahun 2018, dan Nomor 16 Tahun 2018 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2019. 

  2. Libur Hari Raya Waisak 2563 (19 Mei 2019), libur Hari Lahir Pancasila (1 Juni 2019), libur Hari Raya Idul Adha 1440 Hijriyah (11 Agustus 2019), libur Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (17 Agustus 2019), libur Tahun Baru Islam 1441 Hijriyah (1 September 2019) dan libur Maulid Nabi Muhammad SAW (9 Novemer 2019) tidak dimasukkan ke dalam daftar kalender libur bursa di atas karena jatuh pada Hari Sabtu dan Minggu.

  3. Selain jadwal tersebut di atas, Libur Bursa akan ditetapkan kemudian apabila kegiatan kliring ditiadakan oleh Bank Indonesia atau karena adanya pengumuman Pemerintah mengenai peniadaan kegiatan kerja pada suatu hari nanti.

"Data historis libur bursa tahun 2019 ini sangat penting bagi para quant trader atau pengguna AmiBroker yang sedang melakukan backtesting strategi jangka panjang. Memahami hari libur di masa lalu membantu kita menyesuaikan keakuratan data chart saat melakukan pengujian sistem trading secara historis.

Selain itu, jika dibandingkan dengan kondisi saat ini di tahun 2026, kita bisa melihat perubahan pola kebijakan bursa dalam menentukan cuti bersama. Bagi Anda yang memerlukan data terbaru untuk operasional trading harian, sangat disarankan untuk selalu merujuk pada pembaruan di halaman [Kalender Libur Bursa Efek Indonesia Tahun 2026]  agar tidak terjadi kesalahan dalam penempatan order di hari libur." Untuk panduan trading terupdate Anda. Artikel tahun 2019 ini tetap kami pertahankan sebagai arsip data historis bursa."

Sumber: website Bursa Efek Indonesia


Untuk mendapatkan data EOD Saham Indonesia lengkap dengan frekuensi dan NBSA secara GRATIS silahkan berkunjung ke yuniortrader.blogspot.com

Free Data EOD Saham Indonesia dengan Frekuensi dan NBSA

DISCLAIMER

* Data yang kami sediakan menggunakan sumber dari idx.co.id.
* Data tersebut telah kami olah sedemikian rupa sehingga dapat dipergunakan untuk update data harian software/program analisa AmiBroker.
* Perlu disadari ini adalah data elektronik sehingga terdapat kemungkinan kesalahan (error) dalam pengolahan data yang mengakibatkan data olahan kami tidak sesuai dengan data asli. Kami berusaha semaksimal mungkin agar data olahan kami tidak berbeda dari sumber asli.
* Penggunaan data yang disajikan merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna, baik keuntungan maupun kerugian, dan membebaskan pengelola blog dari tuntutan apa pun.

Data EOD Saham Indonesia Gratis lengkap dengan Frekuensi dan NBSA

Agar dapat menggunakan data tersebut, langkah-langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut:
  1. Unduh dan tempel file import.types dan riztrader.format ke Folder Formats yang berada di dalam Direktori Amibroker

  2. Import.types dan Riztrader.format tempelkan di Folder Format

  3. Buat Folder Baru di dalam Folder Instalasi Amibroker dan beri nama misal Riztrader, folder ini nantinya akan berfungsi sebagai Database

  4. Folder Baru dengan nama Riztrader di dalam Instalasi Amibroker

  5. Kemudian buka Aplikasi Amibroker, masuk ke menu Tools - Preferences...

  6. Menu Tools
  7. Pada tampilan Windows Preferences.. pilih Tab Data

  8. Preferences... Tab Data
  9. Klik kotak Pick, dan pilih folder yang dibuat di langkah 1 tadi

  10. Pick Folder Database
  11. Klik OK sampai Windows Preferences tidak tampil lagi.

  12. Unduh data EOD dan masukkan ke Aplikasi Amibroker dengan cara buka menu File - Import ASCII
    File - Import ASCII
  13. Pilih Files of Type : Riztrader Format (*.*), cari file EOD yang sudah diunduh misal RT200508.csv kemudian klik Open

  14. Files of Type
  15. Ulangi langkah 7 s.d Langkah 8 setiap kali update Data EOD. Selesai.
Demikian cara import data EOD ke dalam Aplikasi Amibroker. Semoga bermanfaat.😉

Baca Juga: Selain menguasai coding, jangan lupa terapkan manajemen risiko yang baik. Baca panduan lengkapnya di sini: Pentingnya Money Management dalam Trading: Kunci Bertahan bagi Pemula